Anggrung
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Phylum: Streptophyta
Class: Equisetopsida
Subclass: Magnoliidae
Order: Rosales
Family: Cannabaceae
Genus: Trema
Species: Trema orientale
Ciri-ciri
Pohon Trema orientale berukuran sedang dengan tinggi mencapai 35 m dan diameter batang hingga 60 cm, terkadang memiliki banir setinggi sekitar 2 m. Batangnya berbentuk silindris, dengan kulit luar berwarna abu-abu kecokelatan atau abu-abu keputihan, permukaannya halus atau sedikit beralur serta berlentisel. Bagian dalam kulit berwarna abu-abu kehijauan hingga abu-abu kemerahan. Kayu gubal berwarna putih hingga krem, bertekstur halus dan lunak, serta mudah terbakar ketika kering.
Ranting, stipula, tangkai daun, dan perbungaan tertutup rambut halus yang rapat berwarna abu-abu keputihan. Daunnya tunggal dan tersusun berseling, berbentuk bulat telur hingga lanset, dengan pangkal membulat, tepi bergerigi, dan ujung meruncing. Perbungaan tersusun dalam bentuk malai yang muncul di ketiak daun, dengan bunga jantan dan betina tumbuh pada ranting yang berbeda. Diameter bunga sekitar 1,5–2 mm, memiliki perhiasan bunga berkelipatan lima, cuping mahkota sekitar 1 mm, berwarna putih kekuningan hingga krem. Buahnya berupa buah batu berbentuk bulat telur, berwarna ungu tua sampai hitam saat masak.
Manfaat
Trema orientale dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kayu dari Trema orientale dimanfaatkan untuk konstruksi ringan, bahan pembuatan arang, serta sangat baik sebagai bahan baku bubur kayu (pulp). Daunnya banyak digunakan sebagai obat tradisional. Kulit batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat tali.
Habitat dan Persebaran
Trema orientale termasuk jenis pionir atau sekunder yang dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan kondisi terbuka. Secara alami Trema orientale tumbuh di kawasan rawa, rawa gambut, dataran rendah hingga daerah pegunungan dengan ketinggian mencapai 1.200 m. Pada areal NKT,Trema orientale tumbuh di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan patroli.
Trema orientale tersebar secara luas di beberapa tempat, mulai dari Jawa, Kazan-retto, Kenya, KwaZulu-Natal, Laos, Pulau Sunda Kecil, Liberia, Madagaskar, Malawi, Malaya, Mali, Maluku, Marianas, Marquesas, Mozambik, Myanmar, Namibia, Nansei-shoto, Nepal, Nugini, Pulau Nicobar, Nigeria, Niue, Provinsi Utara, Wilayah Utara, Ogasawara-shoto, Oman, Pulau Andaman, Angola, Assam, Bangladesh, Himalaya Timur, Eritrea, Eswatini, Etiopia, Gabon, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Teluk Pulau Guinea, Hainan, India, Pantai Gading, Jepang, Benin, Kepulauan Bismarck, Kalimantan, Burkina, Burundi, Kamboja, Kamerun, Provinsi Cape, Pulau Caroline, Republik Afrika Tengah, Chad, Tiongkok Tengah-Selatan, Tiongkok Tenggara, Komoro, Kongo, Pulau Cook, Djibouti, DR Kongo, Filipina, Queensland, Rwanda, Samoa, Pulau Santa Cruz., Arab Saudi, Senegal, Seychelles, Sierra Leone, Kepulauan Solomon, Somalia, Laut Cina Selatan, Jerman, Hawaii, Mauritius, Réunion, Sri Lanka, Sudan-Sudan Selatan, Sulawesi, Sumatera, Tanzania, Thailand, Tibet, Togo, Tonga, Uganda, Vietnam, Himalaya Barat, Yaman, Zambia, hingga Zimbabwe.
Sumber
- Partomihardjo, T. (2020). Tumbuhan hutan rawa gambut Merang Kepayang.
- POWO (2024). “Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew. Published on the Internet; https://powo.science.kew.org/.