Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
| Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
| sosial_budaya_sejarah:rawang [2025/11/13 07:39] – removed - external edit (Unknown date) 127.0.0.1 | sosial_budaya_sejarah:rawang [2026/02/17 16:58] (current) – Sephira Tiara Dwi | ||
|---|---|---|---|
| Line 1: | Line 1: | ||
| + | {{tag> | ||
| + | |||
| + | ====== Rawang ====== | ||
| + | |||
| + | < | ||
| + | |||
| + | Dasar perairan rawang berupa lumpur yang terdapat campuran seresah ranting-ranting dan batang pohon yang tergenang air dan telah membusuk. Adanya seresah tersebut dapat menjadi tempat berlindung dan tumbuh kembang ikan pada saat musim penghujan. Kata rawang juga dapat diartikan naiknya air ke permukaan/ | ||
| + | |||
| + | Rawang merupakan kawasan lahan basah bebas akses, tidak ada perizinan atau tanda kepemilikan lahan pada rawang. Apabila terjadi pembatasan, akan dipertimbangkan pada penghormatan untuk seseorang yang lebih dahulu mengakses satu wilayah di rawang. Bagi masyarakat Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaysia, rawang bukan sebatas penyebutan wilayah lahan basah atau rawa, rawang telah menjelma menjadi penyebutan sebuah identitas sebuah komunitas atau masyarakat yang hidup di kawasan tersebut. | ||
| + | |||
| + | ===== Referensi ===== | ||
| + | |||
| + | - Muslim. 2012. //Perikanan Rawa Lebak Lebung Sumatera Selatan//. Palembang: UNSRI Press. | ||
| + | |||