kebakaran_hutan_dan_lahan

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
kebakaran_hutan_dan_lahan [2022/10/20 09:41] – ↷ Links adapted because of a move operation Akbar Aksi Gemilangkebakaran_hutan_dan_lahan [2026/02/01 06:44] (current) Eko Prastio
Line 1: Line 1:
-====== Kebakaran Hutan dan Lahan ======+{{tag>rintisan}}
  
-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan hutan dan ekosistemnya. Fenomena ini seringkali terjadi karena faktor manusia, meskipun terdapat faktor alam yang menjadi unsur pendukung. Aktivitas manusia yang paling umum menjadi penyebab karhutla berupa penggunaan api pada alih guna lahan hutan untuk [[:hutan_tanaman_industri|Hutan Tanaman Industri]] (HTI), [[:ekosistem:sektor_pertanian|pertanian]], [[sosialekonomi:budidaya_kelapa_sawit_di_lahan_gambut|perkebunan sawit]], dan pembalakan liar<sup>1</sup>  .+====== Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut ====== 
 + 
 +Peristiwa kabut asap merupakan peristiwa rutin yang dialami masyarakat ,khususnya pada musim kemarau. Setiap musim kemarau, kabut asap akibat kebakaran lahan. Pada saat kabut asap melanda, media masa menjadikan berita ini menjadi topik utama mereka dimana asap ini juga dapat mengganggu kesehatan. Begitu juga dengan gerakan massa yang menuntut penanggulangan kabut asap sering dilakukan. Namun seiring dengan datangnya musim penghujan dan kabut asap menghilang, menghilang pula pemberitaan tentang kabut asap dan gerakan massa. Pemberitaan dan gerakan massa muncul manakala terjadi kembali kebakaran hutan dan lahan. Besarnya dampak kebakaran ini tidak hanya karena luasnya daerah hutan dan lahan yang terbakar, tetapi kebakaran hutan dan lahan itu terjadi di hutan dan lahan gambut. 
 + 
 +Kebakaran di lahan gambut pada umumnya disebabkan oleh manusia dengan didukung oleh peristiwa alam seperti kondisi El Nino yang menyebabkan kemarau berkepanjangan dan kondisi fisik gambut yang sebelumnya sudah terdegradasi. Kesulitan ini juga membuat Presiden Jokowi memerintahkan untuk membuat kanal-kanal membelah lahan gambut untuk memudahkan pemadaman kebakaran dan pendinginan lahan bekas kebakaran. Sebaliknya, pembuatan kanal-kanal ini justru akan mengakibatkan pengeringan lahan gambut. Kanal-kanal ini akan berfungsi sebagai pori-pori untuk mengeluarkan air dari lahan gambut, baik melalui penguapan maupun tertumpah ke kanal. Akibatnya lahan gambut akan menjadi sangat kering. Bencana kabut asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan sebagai akibat kebakaran hutandan lahan, khususnya hutan dan lahan gambut memperlihatkan saling terkaitan berbagai faktor. Faktor ideologi pemerintah dalam menjalankan pembangunan, persoalan pertanahan, korupsi, dan budaya prestise masyarakat turut berperan dalam bencana kabut asap ini<sup>8</sup> 
 + 
 +Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan hutan dan ekosistemnya. Fenomena ini seringkali terjadi karena faktor manusia, meskipun terdapat faktor alam yang menjadi unsur pendukung. Aktivitas manusia yang paling umum menjadi penyebab karhutla berupa penggunaan api pada alih guna lahan hutan untuk [[https://wikigambut.id/sosialekonomi/hutan_tanaman_industri|Hutan Tanaman Industri]] (HTI), [[https://wikigambut.id/ekosistem/sektor_pertanian|pertanian]], [[https://wikigambut.id/sosial_budaya_sejarah/budidaya_kelapa_sawit_di_lahan_gambut|perkebunan sawit]], dan pembalakan liar<sup>1</sup>  .
  
 Karhutla didefinisikan sebagai fenomena pembakaran yang tidak tertahan dan menyebar secara bebas serta melahap bahan bakar yang ada di hutan. Dilihat dari bahan bakar dan penyebaran api, kebakaran digolongkan menjadi tiga tipe<sup>2</sup>  : Karhutla didefinisikan sebagai fenomena pembakaran yang tidak tertahan dan menyebar secara bebas serta melahap bahan bakar yang ada di hutan. Dilihat dari bahan bakar dan penyebaran api, kebakaran digolongkan menjadi tiga tipe<sup>2</sup>  :
  
-   - Kebakaran Bawah (//Ground fire//) — kebakaran membakar bahan-bahan organik di dalam tanah. Karena letaknya berada di dalam tanah, kebakaran ini sulit diketahui arah persebarannya. Misalnya adalah [[:kebakaran_lahan_gambut|kebakaran lahan gambut]].+   - Kebakaran Bawah (//Ground fire//) — kebakaran membakar bahan-bahan organik di dalam tanah. Karena letaknya berada di dalam tanah, kebakaran ini sulit diketahui arah persebarannya. Misalnya adalah [[https://wikigambut.id/ekosistem/kebakaran_lahan_gambut|kebakaran lahan gambut]].
   - Kebakaran Permukaan (//Surface Fire//) — kebakaran yang membakar seresah di lantai hutan. Persebaran dipengaruhi oleh jumlah seresah dan vegetasi yang ada di permukaan tanah.   - Kebakaran Permukaan (//Surface Fire//) — kebakaran yang membakar seresah di lantai hutan. Persebaran dipengaruhi oleh jumlah seresah dan vegetasi yang ada di permukaan tanah.
   - Kebakaran Atas (//Crown Fire//) — kebakaran yang diakibatkan menjalarnya api ke tajuk-tajuk pohon. Persebaran api dipengaruhi oleh kerapatan cabang dan angin.   - Kebakaran Atas (//Crown Fire//) — kebakaran yang diakibatkan menjalarnya api ke tajuk-tajuk pohon. Persebaran api dipengaruhi oleh kerapatan cabang dan angin.
Line 16: Line 22:
  
 Pada tahun 2015, Indonesia mengalami kebakaran besar yang lebih parah dibandingkan tahun 2019. Luas hutan dan lahan yang terbakar pada bulan Juni hingga Oktober 2015 mencapai 2,6 juta Ha yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua sebanyak 100.000 titik api. Asap kebakaran menyebar ke penjuru pulau hingga negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Hal tersebut merupakan salah satu evaluasi besar untuk Indonesia yang telah menyebabkan bencana alam dan dampaknya hingga ke negara lain. Adapun kerugian yang dialami pada karhutla tahun 2015 sebesar Rp221 triliun dan mengeluarkan emisi karbon sebanyak 11,3 juta ton setiap harinya<sup>5</sup>   . Pada tahun 2015, Indonesia mengalami kebakaran besar yang lebih parah dibandingkan tahun 2019. Luas hutan dan lahan yang terbakar pada bulan Juni hingga Oktober 2015 mencapai 2,6 juta Ha yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua sebanyak 100.000 titik api. Asap kebakaran menyebar ke penjuru pulau hingga negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Hal tersebut merupakan salah satu evaluasi besar untuk Indonesia yang telah menyebabkan bencana alam dan dampaknya hingga ke negara lain. Adapun kerugian yang dialami pada karhutla tahun 2015 sebesar Rp221 triliun dan mengeluarkan emisi karbon sebanyak 11,3 juta ton setiap harinya<sup>5</sup>   .
 +
 +Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama periode Januari-Agustus 2023 indikasi luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sudah mencapai 267.935,59 hektare (ha).
 +
 +<imgcaption image1|Data Karhutla 2019 - Agustus 2023>{{  https://wikigambut.id/lib/plugins/ckgedit/fckeditor/userfiles/image/datakarhutlaagustus2023.png?nolink&500x184  }}</imgcaption>
  
 ===== Dampak Karhutla ===== ===== Dampak Karhutla =====
Line 28: Line 38:
   - Hilangnya mata pencaharian masyarakat.   - Hilangnya mata pencaharian masyarakat.
   - Kerugian finansial bagi negara untuk menanggulangi bencana.   - Kerugian finansial bagi negara untuk menanggulangi bencana.
-  - Menurunnya devisa negara karena tidak dapat dilakukan [[:pemanfaatan_hasil_hutan|pemanfaatan hutan]].+  - Menurunnya devisa negara karena tidak dapat dilakukan [[https://wikigambut.id/pemanfaatan_hasil_hutan|pemanfaatan hutan]].
   - Munculnya penyakit pada masyarakat karena asap beracun dari kebakaran. Kebakaran memicu penyakit ISPA serta iritasi mata dan kulit<sup>7</sup>   .   - Munculnya penyakit pada masyarakat karena asap beracun dari kebakaran. Kebakaran memicu penyakit ISPA serta iritasi mata dan kulit<sup>7</sup>   .
  
Line 36: Line 46:
   - Hilangnya fungsi hutan sebagai sistem penyangga kehidupan, sehingga menambah resiko terjadinya banjir, erosi, dan tanah longsor.   - Hilangnya fungsi hutan sebagai sistem penyangga kehidupan, sehingga menambah resiko terjadinya banjir, erosi, dan tanah longsor.
   - Penurunan kualitas air.   - Penurunan kualitas air.
-  - Meningkatkan resiko [[peran_generasi_muda_dalam_mitigasi_adaptasi_perubahan_iklim|perubahan iklim]] karena emisi karbon yang dilepas ke udara jumlahnya sangat besar. +  - Meningkatkan resiko [[https://wikigambut.id/peran_generasi_muda_dalam_mitigasi_adaptasi_perubahan_iklim|perubahan iklim]] karena emisi karbon yang dilepas ke udara jumlahnya sangat besar. 
-  - Sedimentasi [[:sungai|]] dan terjadi pendangkalan.+  - Sedimentasi [[https://wikigambut.id/sungai|sungai]] dan terjadi pendangkalan.
  
 === Dampak terhadap Hubungan Antar Negara === === Dampak terhadap Hubungan Antar Negara ===
Line 57: Line 67:
   - [[https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/2019/KEBAKARAN_HUTAN_DAN_DAMPAKNYA_BAGI_KEHIDUPAN.pdf|DLHK Prov Banten]]   - [[https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/2019/KEBAKARAN_HUTAN_DAN_DAMPAKNYA_BAGI_KEHIDUPAN.pdf|DLHK Prov Banten]]
   - [[http://www.walhi.or.id/kampanye/bencana/bakar|Syumanda, R. 2003. Kebakaran Hutan dan Lahan Riau: Kebijakan dan Dampaknya Bagi Kehidupan Manusia.]]   - [[http://www.walhi.or.id/kampanye/bencana/bakar|Syumanda, R. 2003. Kebakaran Hutan dan Lahan Riau: Kebijakan dan Dampaknya Bagi Kehidupan Manusia.]]
 +  - [[https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/09/20/luas-kebakaran-hutan-indonesia-capai-267-ribu-hektare-sampai-agustus-2023#:~:text=Menurut%20data%20Kementerian%20Lingkungan%20Hidup%20dan%20Kehutanan%20%28KLHK%29%2C,Monumen%20Nasional%20%28Monas%29%20yang%20luasnya%20hanya%2080%20ha|https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/09/20/luas-kebakaran-hutan-indonesia-capai-267-ribu-hektare-sampai-agustus-2023#:~:text=Menurut%20data%20Kementerian%20Lingkungan%20Hidup%20dan%20Kehutanan%20%28KLHK%29%2C,Monumen%20Nasional%20%28Monas%29%20yang%20luasnya%20hanya%2080%20ha]].
 +  - Pinem, T. 2016. Kebakaran hutan dan [[https://wikigambut.id/ekosistem/lahan_gambut|lahan gambut]]: kajian teologi ekofeminisme. //GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian//, //1//  (2), 139-166.
  
  
  • kebakaran_hutan_dan_lahan.1666258897.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 22:53
  • (external edit)