Table of Contents

Kayu aro pulut

kayuaropulutpowo.jpg

Klasifikasi

Kingdom: Plantae

Phylum: Streptophyta

Class: Equisetopsida

Subclass: Magnoliidae

Order: Rosales

Family: Moraceae

Genus: Ficus

Species: Ficus microcarpa

Ciri-ciri

Pohon Ficus microcarpa berukuran besar dengan banyak batang, diameter dapat mencapai 90 cm dan tinggi hingga 35 m. Batangnya berkembang dari akar udara atau akar napas pada fase anakan yang bersifat epifit semu atau pencekik. Pada tingkat anakan, cabang dibedakan menjadi cabang tegak dan cabang horizontal. Cabang horizontal yang membengkak akan menumbuhkan akar udara; setelah menyentuh tanah, akar tersebut berkembang menjadi batang baru. Pada bagian pangkal batang juga muncul akar udara yang kemudian tumbuh menjadi pencekik.

Kulit batang bagian luar berwarna abu-abu kecokelatan, permukaannya halus, dan mengeluarkan getah putih dalam jumlah banyak jika dilukai. Daunnya tunggal, berbentuk lonjong hingga jorong atau bulat telur-lonjong, agak tebal dan tidak berbulu, tersusun spiral. Daun muda berwarna hijau kekuningan hingga krem, dengan tiga tulang daun utama yang muncul dari pangkal daun.

Perbungaan berbentuk sikonium atau menyerupai piala dan tumbuh di ketiak daun. Di dalam sikonium terdapat bunga jantan dan bunga betina. Bunga betina berkembang di bagian dalam dan menjadi reseptif sebelum bunga jantan mekar. Bunga jantan tumbuh di sekitar osteola dan mekar setelah bunga betina layu. Buah berupa buah semu (sikonium), awalnya berwarna putih atau kuning pucat, kemudian berubah menjadi merah hingga kehitaman saat masak.

Manfaat

Ficus microcarpa memiliki nama daerah yakni ara, ki ara, seprih. Ficus microcarpa banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Kayu dari Ficus microcarpa bisa dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan. Terdapat banyak varietas yang dibudidayakan sebagai bahan bonsai, pohon peneduh dan pelindung di taman, serta dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

Habitat dan Persebaran

Ficus microcarpa tumbuh secara alami di hutan mangrove, rawa, rawa gambut, serta hutan dataran rendah hingga pegunungan bawah. Pada fase awal hidupnya, jenis ini bersifat epifit semu pada pohon inang, kemudian berkembang menjadi pohon pencekik. Saat dewasa, tumbuh menjadi pohon besar yang menyediakan sumber pakan dan habitat bagi berbagai satwa hutan, sehingga dikenal sebagai spesies kunci yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem hutan secara menyeluruh. Ficus microcarpa tersebar secara luas di beberapa tempat, mulai dari Borneo, Kamboja, Kepulauan Caroline, Tiongkok Selatan-Tengah, Maluku, Marianas, Kepulauan Marshall, Myanmar, Nansei-shoto, Nepal, Kaledonia Baru, Papua Nugini, Kepulauan Nicobar, Filipina, Queensland, Kepulauan Solomon, Laut Cina Selatan, Sri Lanka, Sulawesi, Sumatera, Taiwan, Thailand, Vanuatu, Vietnam, Himalaya Barat, Tiongkok Tenggara, Pulau Christmas, Kepulauan Cocos (Keeling), Himalaya Timur, Hainan, India, Jepang, Jawa, Kepulauan Andaman, Assam, Bangladesh, Kepulauan Bismarck, Kepulauan Laccadive, Laos, Kepulauan Sunda Kecil, Malaya, Balearic, Bermuda, California, Kepulauan Canary, Republik Dominika, Kepulauan Aegean Timur, El Salvador, Florida, Haiti, Hawaii, Italia, Kepulauan Leeward, Madeira, Mauritius, Nikaragua, Ogasawara-shoto, Palestina, Peru, Puerto Riko, Réunion, Sisilia, Aljazair, Ascension, Kepulauan Society, Spanyol, Trinidad-Tobago, Tunisia, Venezuela, hingga Antillen Venezuela.

Sumber